Sunday, June 6, 2010

buta.

banyak yang aku belajar seminggu dua ni
bukan sebab banyak masuk kelas, ataupun aku berjaya untuk tidak tidur dalam kelas...
tapi banyak sangat situasi hangat yang berlaku...
yang menyedarkan aku bahawa semua benda yang berlaku ni memang tak ada tertulis dalam buku...

pelbagai ragam manusia yang aku jumpa
tak payah jauh,sebelah kita je kadang2..tapi kita tak sedar
jauhnya pemikiran kita dengan orang lain..dan orang lain dengan kita
bukan apa yang kita rasa betul, baik pada pandangan mereka..
dan bukan apa yang orang rasa betul, baik untuk kita

the most saddest thing yang aku belajar
erti perikemanusiaan
tau kenape wujudnya kes2 rogol, bunuh, buang anak semua tu?
kita mungkin akan rasa simpati, tapi mcmana keadaan keluarga mangsa kes2 yang aku sebutkan tadi?
dan mcmana agaknya perasaan orang yang langsung tak punya kemanusiaan sampai tergamak dan terfikir untuk buat benda2 mcm tu?
kita sebagai manusia yang masih punya kemanusiaan, ape sumbangan kita sekurang2nya untuk membantu dari perkara2 mcm ni berlaku?
waktu mcm ni lah kita akan nampak, betapa sombongnya, betapa angkuhnya, betapa pentingkan diri sendiri orang2 yang tak pernah kita sangka.
atau mungkin juga kita sendiri??
berani ke?

pemikiran2 dan sifat penting diri sendiri ni yang aku takutkan..
sebab semuanya jelas di depan mata,tapi semua ibarat buta tak bermata
kalau buta tak bermata je takpe, ini tak berhati
subhanallah

Ya Allah, mintala dijauhkan dari sifat2 keji ini
janganlah kau tarik nikmat hati aku sebagai manusia
sesungguhnya ciptaanMu adalah suatu yang sempurna
kami hambamu yang hina yang menghilangkan segala nikmat yang telah engkau berikan
Ya Allah, peliharalah kami dari perkara2 yang melalaikan
dari sifat2 angkuh, alpa ya Allah
serta ampunkanlah kami atas perkara yang kami tidak sengajakan atau sengajakan

aku tau,kelemahan aku bila berhadapan dengan perkara2 yang aku tak nak dengar dan menyedihkan,aku lebih rela tak nak baca
aku tak sanggup
pernah tak dengar,ade orang tak nak baca suratkhabar..sebab suratkhabar sekarang katanya lebih banyak memaparkan perkara2 yang mendasyatkan
maka dia pilih untuk tidak dengar
alasan kerana pertama : tidak sanggup melihat keganasan,kekejaman pada awalnya
tanpa disedari akhirnya ia bertukar menjadi perkara yang tidak mahu didengari,dihadapi maka dengan itu tidak mahu diketahui...

subhanallah...

1 comment:

DrLuv said...

Missy,

This post just shows that you still have a lot of humanity, compassion and empathy in you. Be grateful to Allah for that.

Reading this reminds me of a song performed by Babyface and Stevie Wonder. If my memory serves me right, the title is "How Come How Long". Maybe you'd want to check out this song. You just might find something. If you do, please don't forget to share.

I feel that as a species, we have reached a point where we are progressing by leaps and bounds in knowledge but regressing by lightyears in terms of humanity. We are too caught up in wanting things for ourselves. We are so caught up that we trample on others, whether intentionally or accidentally, in our quest to attain whatever we set out to obtain.

We are also becoming numb. Numb in the sense that we're becoming disillusioned. We've grown tired of reading, listening, seeing all this evil around us. We feel helpless. But I feel that we should continue and soldier on. Choosing to ignore all of this will only guarantee one thing, NOTHING will change and things WILL get worse.

Impossible as it may seem, a little effort on our part can go a long way. We might not be around anymore to see that change happen. But what's important is that we DID something about it. It's sad to see our efforts not bearing any fruit but it would be pathetic to not do anything and then lament that things are getting worse.

Stay spirited and passionate. Keep caring and empathizing with the world around you. You just might be the catalyst for that change. You just have to find the strength to not give up. I pray that you find that strength.